MENDUNG MENYELIMUTI TRENGGALEK

Tidak biasanya Trenggalek diguyur hujan pada waktu siang hari. Apalagi sudah seminggu lebih ini,suasana begitu terik dan menyengat. Namun, apa yang terjadi pada sabtu, 24 Oktober 2009, lain. Tiba-tiba, jam 12.30 hujan turun begitu lebat.  Mungkin, alam juga ikut bersedih karena kehilangan sosok muda yang cerdas, Mulyono Ibrahim.

Ya. Trenggalek telah kehilangan sosok muda yang cerdas, kritis, sederhana dan santun. Mulyono telah pergi untuk selamanya. Namun idealismenya tidak akan musnah. Idealisme untuk membuat Trenggalek lebih baik lagi.

Tepat jam 13.30, saat hujan telah reda, jenasah kang Mul diberangkatkan dari rumah duka di jalan P Hidayatullah 26 Trenggalek menuju tempat persitirahatan di Gunung Cilik Surodakan Trenggalek. Ribuan pelayat mengiringi jenasah orang yang sangat dicintai.

Kang Mul pergi meninggalkan 1 0rang istri, 3 orang anak dan calon bayi yang masih dalam kandungan. Selamat Jalan kang Mul. Semoga Engkau lebih tenang di alam sana. Dan Keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran dan ketabahan

Cetak Artikel ini Cetak Artikel ini
This entry was posted on Minggu, Oktober 25th, 2009 at 18:19 and is filed under Catatan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

1 Comment

  1. Wawan Dhewanto says:

    Although I don’t know you in person, I really appreciate your achievement for improving Trenggalek people prosperity.

    May Allah bless you and may Allah give support for your family

    Wawan - Melbourne

    ... on July Oktober 26th, 2009

Post a Comment