Perlu Terobosan Bidang Pendidikan (berita Radar)
Permata Ummat, Sekolah Berstandar Dunia-Akhirat
Senin, 29 Juni 2009 10:26 magang

titin/ratu
Unjuk kebolehan: Santriwati Permata Ummat saat perpisahan kemarin.
TRENGGALEK - Jika belakangan ini dunia pendidikan sering membahas rintisan sekolah berstandar internasional, Lembaga Pendidikan Islam Terpadu (LPIT) Permata Ummat melangkah lebih jauh. Yaitu mencanangkan sebagai sekolah berstandar dunia akhirat.
Sekolah standar dunia-akhirat adalah memadukan antara parameter-parameter duniawi dengan tuntutan keakhiratan yang sifatnya agamawi. Demikian diungkapkan oleh Hari Subagyo,S.Pd, ketua Yayasan, kemarin, dalam pelepasan santriwan-santriwati TKIT dan SDIT Permata Ummat di Gedung Serbaguna Trenggalek.
“Kami ingin mencetak generasi yang beres ilmu-ilmu keduniaannya, sekaligus beres bekal-bekal menuju keakhiratannya. Katakanlah, oke dalam iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) dan imtak (iman dan takwa)-nya,” lanjut Hari Subagyo.
Ditegaskan oleh aktivis pendidikan yang juga gemar menulis ini, keseimbangan antara ilmu dunia dan akhirat sangat penting sekarang. Karena banyak hasil out put pendidikan yang belum imbang. Ada yang menonjol dalam aspek akademis, tetapi lemah dalam akhlak dan ibadah.
Ada yang sebaliknya, ibadah suntuk, tapi tidak paham seluk beluk duniawi. Ini sama-sama kurang bagus bagi masa depan bangsa. “Karena itu, kita ingin 100% iptek dan 100 % imtak,” terang bapak 3 anak ini penuh semangat.
Apa yang dicanangkan sekolah yang beralamat di Jl.Pangeran Hidayatullah, gang Sedap Malam Surodakan Trenggalek itu nampaknya bukan isapan jempol belaka. Dalam upaya untuk menuju pencapaian visi misi lembaga, para awak Permata Ummat bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja ikhlas. Hasilnya pun cukup menggembirakan. Dari aspek akademis, anak-anak binaan Permata Ummat menorehkan prestasi yang cukup gemilang.
Menurut Hari Subagyo, Permata Ummat pernah menjadi juara dalam beberapa Olimpiade Sains dan Matematika. “Kita pernah juara Matematika kelas 1, juara harapan Mental Aritmatika kelas 1, juara harapan kelas 3 dan juara harapan kelas 4, dalam kompetisi Matematika SD dan Mental Aritmatika yang diselenggarakan oleh International Mental Aritmatika tahun 2009 di Malang,” ujar Hari Subagyo.
Yang lebih menggembirakan, lanjut Hari, lulusan SDIT Permata Ummat ternyata gampang diterima oleh sekolah-sekolah favorit. Misalnya, ada yang diterima MTs Khusnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat; SMPIT Ibnu Abbas, Klaten, Jawa Tengah; SMP Integral Madiun; SMP RSBI Pogalan melalui olimpiade MIPA, ada yang diterima MTsN Model Trenggalek melalui olimpiade MIPA dan Alquran, juga RSBI SMPN 1 melalui tes MIPA.
Yang menarik, dari yang diterima di SMPN 1 Trenggalek ini, Permata Umat masuk di 10 besar (peringkat 5 dan
dari seribu lebih yang mendaftar. Dan tak ketinggalan, alumni SDIT Permata Ummat juga ada yang bisa tembus Pesantren Modern Gontor yang sudah tidak asing lagi itu.
Sementara itu, alumni SDIT Permata Ummat juga ditargetkan selesai hafalan 1 juz, yaitu juz 30. Ada pembiasaan salat berjamaah, pemantauan masalah akhlak dan ibadah, pembiasaan bahasa Arab, konsultasi psikologi bagi wali murid. Ini semua diharapkan bisa menjadikan anak memiliki keimanan dan ketakwaan yang mendalam dalam hidupnya.
“Intinya, kita ingin anak-anak kuat dalam ilmu-ilmu duniawi, dan kuat ilmu akhiratnya,” pungkas Hari. (tin)
Cetak Artikel ini
