Bendungan Yang Eksotis
Kecamatan Bendungan memang berada di bagian paling utara Trenggalek. Banyak orang yang mengidentikkan Bendungan dengan keterbelakangan,kejumudan, dan sebutan-sebutan tak enak lainnya. Bahkan, jika seorang pejabat atau kepala sekolah, atau guru jika dipindah ke kecamatan Bendungan biasanya akan menggerutu.
Namun, tahukah anda bahwa di kecamatan ini sebenarnya menyimpan sebuah “energi” yang dahsyat yang belum dieksplorasi dan dimanfaatkan optimal. Pertama, dari sisi keindahan,panorama Bendungan bolehlah kita setarakan dengan Batu di kawasan Malang Raya. Sekali-kali datanglah ke puncak Boto Putih. Akan terasa, nuansa wisata pegunungan yang asri dan menawan.Disamping udara yang sejuk, pemandangan juga sangat elok. Pokoknya apik banget. Kedua, potensi alam yang menawarkan aneka hasil bumi. Sayur mayur sebenarnya sangat cocok ditanam disini.Di daerah sekitar Dillem Wilis,kentang,kobis,dan aneka sayur lain sangat bagus.Ini belum lagi kalau bicara tanaman perkebunan seperti cengkeh dan kopi. Oh,ya, ternak juga tumbuh bagus di sana. Sapi perah sangat pas hidup di daerah Bendungan.
Begitulah,kenapa dulu Belanda menjadikan Bendungan sebagai sentra perkebunan kopi kawasan Jawa Timur bagian barat.Dillem Wilis konon pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 adalah
pusat perdagangan dan ekonomi yang signifikan. Ini ditandai dengan jejak eksodus warga masyarakat sekitar Madiun ke Bendungan, tidak lain untuk mengais rejeki dengan adanya geliat ekonomi kebun kopi. Jejak-jejak warisan Belanda itu sangat jelas bisa kita baca dan analisa sampai sekarang. Wajar jika aspirasi masyarakat , terutama orang tua di Bendungan, bahwa Dillem Wilis,sebaiknya dikembalikan saja menjadi kebun kopi seperti jaman Belanda. Sebab, terbukti dengan ditanami kopi,sangat pas dan Belanda memang sudah meneliti itu secara detil.
Foto : Aneka pepohonan masih tumbuh subur di Utara Bendungan. Raksasa yang sedang tidur dan perlu dibangunkan.
Bendungan harus dikembalikan ke awal abad 20 sbg pusat ekonomi dan perdagangan hasil bumi.
Cetak Artikel ini

harwi says:
matur suwun kang mul sudah memberikan sedikit wawasan tentang bendungan,
kebetulan mulai tangal 23 juni kemarin saya ditempatkan di bendungan,
awalnya kaget, denger2 berada di pegunungan, waduh ndeso iki..
ternyata alamnya memang eksotis, penduduknya juga ramah-ramah.
sekarang saya sedang dalam tahap adaptasi dengan daerah ini.
kang mul says:
#1. Selamat datang di Bendungan mas Harwi.Insya`Alloh,justru disanalah banyak hal yang bisa dilakukan.Saya punya kawan juga yang ditugaskan disana,awalnya juga enggan.Tapi setelah tahu beberapa minggu,eh..malah kerasan.Belakangan saya tahu,dia makin kerasan,karena ikut bisnis sapi perah..he..he..Matur nuwun telah mampir di blog ini.Sukses untuk anda dan keluarga