Memasuki Dunia Yang Asing

  Ini cerita tentang dunia jabatan dan budaya para pejabat di Indonesia.Setidaknya yang ada di S5035549Trenggalek,dimana saya kebetulan mulai masuk ke dunia itu. Sungguh, sebelumnya tak terbayangkan apalagi bermimpi untuk menduduki kursi dewan.Tidak pernah. Justru,dalam banyak kesempatan, jika dibolehkan saya sebenarnya menolak untuk dicalegkan.

Nah, memasuki dunia ini dengan ragam budaya-nya, saya terasa seperti orang asing. Beberapa hari yang lewat, para caleg terpilih mendapat undangan untuk datang ke gedung dewan dengan satu agenda : mengambil ukuran baju seragam dewan. Bersama rekan caleg PKS yang lain, saya pun datang. Setelah ukuran saya diukur, saya sempatkan ngobrol dengan kawan-kawan dari sekwan. Ya, itung-itung untuk memulai berkenalan biar akrab.

Dari obrolan ngalor ngidul, terungkap bahwa sang penjahit yang “mborong” pakaian caleg terpilih ini adalah dari Surabaya. Wah…! Muncul naluri  “jurnalistik” yang nampaknya susah dihilangkan : weleh..weleh…emang di Trenggalek ndak ada penjahit ? Pertanyaan itupun akhirnya saya utarakan. “Ini penjahit yang biasa njahit baju para pejabat.Pak bupati,pak gubernur,semuanya penjahit ini.Jadi,standar,pak.Kalau penjahit lokal,kadang jahitannya kurang bagus.Dan kami nanti yang dikomplain,” ujar orang disamping saya ini.

Kali pertama menjejakkan kaki di gedung dewan,saya seperti orang asing.Ndak masuk di logika saya : kenapa soal njahit baju yang itu berasal dari APBD rakyat Trenggalek,harus ngambil penjahit luar kota? Oke lebih baik. Tapi, bukankah asas manfaat harus diutamakan? Jadi,seberapa fatal-kah kalau ini ditangani penjahit Nggalek sendiri?

Diam-diam saya teringat sabda Nabi : “ Fa thuba lil ghuroba’ (berbahagialah orang yang asing). Wallahu a`lam.

Foto : Ini baju jahitan wong nggalek.Bagus dan enak dipakai..he..he…

Cetak Artikel ini Cetak Artikel ini
This entry was posted on Minggu, Juni 21st, 2009 at 23:28 and is filed under Catatan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

8 Comments

  1. CahNdeso says:

    Sungguh, kami kawula alit sudah memahami dan mahfum dengan tradisi penjahit interlokal, bahkan mungkin ada satu dua pejabat birokrasi yang pernah sesekali “njajal” penjahit internasional.

    Kalau mereka pakai penjahit interlokal dengan dana pribadi, kami kawula alit rela dan ikhlas, kan duwit mereka sendiri. Tapi kalau pakai dana APBD/APBN yang….nota bene seharusnya untuk bonus kesejahteraan kawula alit, apa mau dikata? Kan hanya sepersekian prosen dari anggaran, to Kang? Itung-itung, bisa nampank…biar kaya Jos Buuuuussssss….!!!

    ... on July Juni 22nd, 2009
  2. Mulyono Ibrahim says:

    # 1. Iya,pak.Saya setuju dengan anda. Justru karena ini dana APBD,makanya saya juga mempersoalkan.Walaupun,soal ini mungkin hanya “slilit” saja dari sekitar 500 milyar APBD kita.Insya` Alloh,..membangun yang besar,mesti kita mulai dari yang kecil2.

    ... on July Juni 22nd, 2009
  3. sulton says:

    Wah ternyata ndak mendukung ekonomi kerakyatan yang sekarang lagi gencar gencarnya di kampanyekan, kapan konveksi trenggalek maju klo wakilnya aja malu menggunakan jahitan asli trenggalek.

    ... on July Juni 22nd, 2009
  4. Mulyono Ibrahim says:

    # 3. Setuju,pak sulton.Usai acara itu,kami yang dari PKS,langsung punya komitmen,untuk ke depan hal ini harus diubah.Semoga Alloh SWT memudahkan kami semua.Mohon doa.

    ... on July Juni 22nd, 2009
  5. andros aditya says:

    Assalamualaikum, Kang
    Selamat “menikmati kursi panas” yang menurut anda itu adalah “musibah” tapi menurut saya itu adalah amanah dari kawulo Nggalek, yang dititipkan ke dalam hati sanubari Kang Mul.
    Anda baru saja memasuki gerbang “dunia lain” menurut anda.
    Akan tetapi mungkin itulah sebagian dari dunia Nggalek yang sebenarnya.
    Tapi saya yakin, masih banyak wong Nggalek yang “ndelok kiwo tengen”.
    Saya hanya bisa berharap, semoga Gusti Allah menuntun Kang Mul untuk dapat menyuarakan kebenaran. Walaupun nanti hasilnya hanya sebesar kuku ireng.
    Agar dapat membantu memberdayakan masyarakat Nggalek untuk dapat hidup setara dengan masyarakat sekitarnya.
    Amiiin…
    Wassalam

    ... on July Juni 23rd, 2009
  6. Mulyono Ibrahim says:

    # 5. ass.Matur nuwun mas Andros atas doa dan responnya.Barangkali,dengan komunikasi via dunia maya ini,sangat banyak inspirasi yang bisa kami bawa ke kursi panas itu.Ya,saya sependapat dengan anda,bahwa masih ada wong nggalek yang ndelok kiwo tengen.Sukses untuk anda.wass

    ... on July Juni 23rd, 2009
  7. Suendro says:

    Ass….
    Selamat Kang Mul……atas amanah yang diberikan kawulo alit, moga-moga bisa memenuhi apa yang diharapkan.
    Meskipun saya dah lama meninggalkan Trenggalek tapi rasanya masih sangat dekat dihati, saya berharap sebagai kawulo alit Kang Mul bisa memikirkan Trenggalek untuk bisa lebih maju di bidang industri kecil dan bisa lebih di kenal masyarakat Indonesia.

    ... on July Juli 14th, 2009
  8. kang mul says:

    wass..matur nuwun mas suendro..Mohon doanya smg kami bisa memikul amanah yang berat ini..kami tunggu saran dan masukan anda.

    ... on July Juli 16th, 2009

Post a Comment