Pilpres Satu Putaran=Penghematan Anggaran
Hidayat Nur Wahid : Pemilihan Satu Putaran, Suramadu II Terbangun
Akan ada penghematan Rp 4 triliun jika Pemilihan Presiden hanya satu putaran.
VIVAnews - Anggota Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera, Hidayat Nur Wahid, mendukung upaya Pemilihan Presiden berjalan satu putaran saja. Jika satu putaran, negara bisa menghemat uang yang setara dengan pembangunan jembatan terpanjang di Asia Tenggara, Jembatan Surabaya-Madura.
“Uang yang bisa dihemat mencapai sekitar 4 triliun rupiah,” kata Hidayat di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat 12 Juni 2009. “Ini uang yang cukup untuk membangun satu lagi Jembatan Suramadu. Artinya, dana itu bisa digunakan untuk membangun jembatan-jembatan atau infrastruktur lain di seluruh nusantara,” kata Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat itu.
Sementara dari sisi fokus penyelenggaraan kehidupan bernegara, bila Pemilihan satu putaran, maka akan ada waktu lebih, karena bulan Agustus dan September sudah tidak lagi memikirkan kampanye. “Jadi, siapapun presiden terpilih, ia bisa membentuk kabinet dengan lebih cepat, sehingga begitu ia dilantik pada tanggal 20 Oktober malam, tanggal 21-nya ia bisa langsung bekerja,” ujar Hidayat yang terpilih kembali menjadi anggota DPR melalui daerah pemilihan Jawa Tengah V itu.
“Jadi, saya pribadi sih setuju untuk menyelesaikan pilpres dalam satu putaran saja. Tapi hendaknya kalaupun satu putaran, azas luber jurdil betul-betul diberlakukan. Jangan main kayu, asal menang, dan menghalalkan segala cara,” katanya.
Untuk menyokong itu, Hidayat terlibat membuat iklan mendorong Pemilihan Presiden satu putaran. Iklan itu menurutnya bukan mengarahkan publik, tapi penyemangat semua pihak agar bekerja lebih baik memenangkan calonnya masing-masing.
Sumber: vivanews
Pengirim: MHN Update: 12/06/2009 Oleh: MHN
Cetak Artikel ini

abiihsan says:
ada peristiwa selalu ingat peristiwa, dalam perjalanan ke Panarukan, Situbondo koran yang menemaniku sejak dari Jombang baru kubaca di Besuki, Situbondo. Lembar demi lembar terbaca ada sedikit ganjalan iklan kampanye dari pasangan SBY-BUDIONO untuk pilpres satu putaran, saya tidak setuju, namun dari pengalaman cangkrukan ternyata suara orang yang di warung kopi lebih memilih jika pelbagai pemilihan seyogyanya cukup satu putaran, dan ini ditangkap tim kampanye SBY-BUDIONO. Padahal pilpres satu putaran juga bisa dimunculkan kompetitor yang lain. Setuju atau tidak setuju ternyata saya jadi ikut setuju dengan realita yang ada, semoga pemilu satu putaran terwujud dan dananya bisa dialihproyeksikan.
Mulyono Ibrahim says:
#1. Iya,satu putaran saja.Rakyat juga terlalu lelah kalo terlalu sering.